-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Gerak Cepat PERTASINDO Peduli Gempa NTT, Salurkan Bantuan Medis hingga Edukasi Gigitan Ular di Sikka

Kamis, 03 September 2026 | September 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-02T22:50:03Z

 

Foto : Tiga Personel PERTASINDO Diterjunkan ke Sikka NTT


Jakarta |  88news.id  : Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) melalui Divisi Medical Emergency Preparedness and Response–Disaster (MERP-DISASTER).


Bergerak cepat dalam misi kemanusiaan, PERTASINDO mengerahkan tim Emergency Response ke Kabupaten Sikka, NTT, dengan membawa bantuan medis, obat-obatan, alat kesehatan, logistik, kebutuhan pengungsian, hingga perlengkapan pendukung kehidupan masyarakat terdampak bencana.


Langkah tersebut dilakukan atas arahan Ketua Umum PERTASINDO, Dr. Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, SpDVE, MBiomed, MARS, SH, MH, FINSDV, FAADV.


Sejak awal persiapan, PERTASINDO melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan prioritas masyarakat dan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak dapat dipenuhi secara cepat dan tepat.

Dukungan transportasi udara juga diperoleh melalui TNI Angkatan Udara dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Maumere. 




Tiga Personel PERTASINDO Diterjunkan ke Sikka


Dalam misi kemanusiaan tersebut, PERTASINDO menerjunkan tiga personel, yakni dr. Renauld Koswiranagara, FIMMA selaku koordinator tim, Dr. dr. Tri Maharani, Sp.EM, FIMMA, Toxinologist, serta Kapten Kes dr. Dwi Fitri, FIMMA.


Sebanyak delapan koli bantuan dengan total berat sekitar 100 kilogram diberangkatkan bersama tim dari Lanud Halim Perdanakusuma.

Tim bertolak pada 25 Agustus 2026 dan tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, sekitar pukul 09.30 WITA.


Setibanya di Maumere, tim tidak langsung beristirahat. Koordinasi segera dilakukan bersama jajaran kesehatan TNI AU, Dinas Kesehatan setempat, serta tenaga kesehatan di Kabupaten Sikka untuk memetakan kebutuhan di lapangan.


Tim kemudian bergerak menuju sejumlah lokasi terdampak, di antaranya Pengungsian Nangahale, Puskesmas Watubaing, Puskesmas Boganatar, Puskesmas Waigete, RSUD TC Hillers, dan RS St. Gabriel Kewapante.


Bantuan Medis hingga Peralatan Penunjang Pengungsian


Bantuan yang dibawa PERTASINDO tidak hanya berupa dukungan tunai, tetapi juga berbagai kebutuhan medis dan kemanusiaan.


Di antaranya antibisa ular, obat-obatan, alat kesehatan, HFNC (High Flow Nasal Cannula), panel surya, lampu tenaga surya, tenda, bahan makanan, pakaian, serta kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak.

Salah satu bentuk dukungan medis tersebut adalah penyerahan alat kesehatan HFNC kepada RSUD TC Hillers.


Peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan bantuan terapi oksigen dengan aliran tinggi.

Bagi PERTASINDO, distribusi bantuan tidak sekadar memastikan barang tiba di lokasi, tetapi juga mengupayakan agar bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.



Risiko Gigitan Ular Jadi Perhatian di Lokasi Pengungsian


Selain kebutuhan obat-obatan dan peralatan medis, tim PERTASINDO juga memberikan perhatian terhadap potensi risiko lain yang dapat muncul setelah bencana, salah satunya gigitan ular berbisa.


Kondisi lingkungan pascagempa dapat mengalami perubahan. Puing bangunan, terganggunya habitat alami satwa, serta keberadaan warga di area terbuka atau lokasi pengungsian berpotensi meningkatkan interaksi antara manusia dan ular.


Kondisi tersebut menjadi perhatian tim PERTASINDO ketika menjalankan misi di Kabupaten Sikka.

Dr. dr. Tri Maharani kemudian memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus melakukan pelatihan kepada tenaga kesehatan mengenai langkah pencegahan dan penanganan gigitan ular berbisa.


Di Puskesmas Watubaing, tim juga menemukan adanya pasien dari kalangan pengungsi yang mengalami gigitan ular.

Temuan tersebut semakin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan tenaga kesehatan dan masyarakat terhadap ancaman kesehatan yang dapat muncul setelah bencana.


PERTASINDO Perkuat Kapasitas Tenaga Kesehatan


Misi kemanusiaan PERTASINDO tidak berhenti pada pemberian bantuan logistik dan alat kesehatan.

Penguatan kapasitas tenaga kesehatan di daerah terdampak juga menjadi bagian penting dari respons bencana.


Melalui edukasi dan pelatihan, tenaga kesehatan diberikan pengetahuan mengenai pencegahan serta penanganan kasus gigitan ular berbisa sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah pengungsian.


Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya PERTASINDO membangun ketahanan kesehatan, yaitu memastikan masyarakat dan tenaga kesehatan memiliki kemampuan menghadapi berbagai risiko kesehatan yang muncul selama maupun setelah bencana.


Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Respons Kemanusiaan


Misi PERTASINDO Peduli Gempa NTT 2026 terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari PERTASINDO, TNI Angkatan Udara, Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan daerah, para donatur, hingga masyarakat setempat turut berperan dalam mendukung pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut.


Kolaborasi menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan bantuan dapat bergerak cepat dari Jakarta menuju wilayah terdampak di Kabupaten Sikka.


Dengan koordinasi bersama pihak-pihak di daerah, bantuan yang dibawa dapat diarahkan kepada kebutuhan yang dinilai prioritas di lapangan.


Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Kabupaten Sikka dan Maumere, Tim Emergency Response PERTASINDO kembali ke Jakarta pada 26 Agustus 2026 dalam keadaan selamat.


Masyarakat Kabupaten Sikka juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan serta kepedulian yang diberikan PERTASINDO kepada warga terdampak gempa.


PERTASINDO Peduli: Hadir, Bergerak dan Mengabdi


Misi PERTASINDO Peduli Gempa NTT 2026 menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya melalui kesiapsiagaan bencana, respons kedaruratan medis, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor.


Di tengah situasi bencana yang penuh keterbatasan, kecepatan dan ketepatan respons menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

PERTASINDO berupaya menghadirkan kepedulian tersebut melalui tindakan nyata: datang ke lokasi, berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat, menyalurkan bantuan, memberikan edukasi, serta memperkuat kemampuan tenaga kesehatan menghadapi risiko kesehatan pascabencana.


Sebab, dalam setiap bencana, kecepatan respons dapat membantu menyelamatkan kehidupan.

Dan dalam setiap kepedulian, selalu ada harapan yang dapat dikuatkan.

PERTASINDO PEDULI — Bersama Membantu, Bersama Menguatkan Ketahanan Kesehatan Indonesia. (Iwan)




×
Berita Terbaru Update