-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Dipukul Oknum Perwira Brimob, Pedagang Monza Tanjungbalai Lapor Propam Polda Sumut: “Saya Minta Keadilan”

Sabtu, 26 September 2026 | September 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-26T04:34:01Z
 
Foto : Gambar ilustrasi 


MEDAN |  88news.id  : Kasus dugaan pemukulan terhadap seorang pedagang pakaian bekas atau monza di Kota Tanjungbalai memasuki babak baru. Liza, yang mengaku menjadi korban dalam peristiwa tersebut, menyatakan akan melaporkan oknum perwira Brimob berinisial Ipda NHL ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Utara.

Liza juga mengaku mengalami kerugian setelah telepon selulernya jatuh dan diduga terlindas kendaraan dalam peristiwa yang terjadi di kawasan Pasar Jalan D.I. Panjaitan, Kampung Baru, Kota Tanjungbalai, Selasa (22/9/2026) siang.

“Sehingga laporan pada hari Senin tanggal 28 di Polda Sumut bisa memproses seorang oknum Brimob yang membuat kericuhan dan kegaduhan kepada pedagang monza di Kota Tanjungbalai,” ujar Liza melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Jumat (25/9/2026) malam.

Menurut Liza, laporan tersebut akan ditempuh sebagai upaya mencari keadilan atas kejadian yang dialaminya. Ia berharap Propam Polda Sumut dapat menindaklanjuti laporan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Saya meminta keadilan atas kejadian yang saya alami,” ujarnya.

Liza menyayangkan tindakan yang menurut pengakuannya dilakukan oleh seorang anggota kepolisian tersebut. Ia menilai aparat seharusnya memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

“Dia sebagai aparat penegak hukum seharusnya mengayomi masyarakat, bukan malah menindas rakyat kecil seperti saya ini, pedagang monza,” kata Liza.

Dansat Brimob Belum Banyak Berkomentar

Terpisah, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumatera Utara, Kombes Pol M. Rendra Salipu, S.I.K., M.Si., telah dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp terkait dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan seorang anggota Brimob di Kota Tanjungbalai.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihaknya belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai peristiwa tersebut.

Kronologi Menurut Korban

Sebelumnya, Liza mengungkapkan bahwa peristiwa bermula ketika dirinya melintas di kawasan Kampung Baru dan melihat aktivitas pembongkaran pakaian bekas atau monza.

Saat itu, menurut Liza, kondisi di lokasi sudah ramai dan terjadi keributan yang melibatkan seorang oknum Brimob.

Liza kemudian mengaku merekam kejadian tersebut menggunakan telepon selulernya. Ia menyebut, oknum tersebut kemudian tidak terima dirinya merekam peristiwa dan diduga memukul tangannya hingga telepon selulernya terjatuh.

“Saya video Brimob itu anarkis kepada warga atau pedagang monza. Tidak terima saya videokan, Brimob itu memukul tangan saya hingga handphone saya jatuh dan langsung dilindas dengan mobilnya sampai handphone saya hancur,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, Liza mengaku tidak hanya mengalami kerusakan pada telepon selulernya, tetapi juga merasa trauma.

“Terus terang Pak, atas kejadian itu saya sangat trauma,” bebernya.

Akan Tempuh Jalur Hukum

Liza menegaskan dirinya akan menempuh jalur hukum atas dugaan pemukulan yang dialaminya. Selain melaporkan peristiwa tersebut kepada Propam Polda Sumut, ia juga menyatakan akan membuat laporan terkait dugaan tindak pidana yang dialaminya.

“Dalam waktu dekat ini, saya akan melaporkan tindak pidana yang saya alami dan saya juga akan melaporkan oknum Brimob tersebut ke Propam Polda Sumut,” tegas Liza.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan pemukulan tersebut masih berdasarkan keterangan korban. Belum ada keterangan resmi dari oknum anggota Brimob yang disebut dalam laporan maupun hasil pemeriksaan Propam terkait perkara tersebut.

Kasus ini juga menjadi perhatian setelah peristiwa tersebut beredar di media sosial dan mendapat perhatian publik. (Iwan).



Iklan

IDCloudHost
×
Berita Terbaru Update