Kabanjahe | 88news.id : Pasca musibah keracunan makanan siswa sekolah SMAN 1 Kabanjahe dan Yayasan Pendidikan Swasta Bersama Berastagi, usai mengkonsumsi produk Makan Bergizi Gratis (MBG), dan sebanyak 253 pelajar harus dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas untuk mendapat perawatan medis yang i tensif, pada Kamis (13/8) kemarin, berdampak rasa takut dari siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabanjahe, ditandai dengan tidak mau menjamah dan mengkonsumsi jatah makanan MBG mereka pada hari Iki (Jumat, 14/8).
Pantauan dan data yang berhasil dikumpulkan Awak media ke beberapa sekolah di Kabanjahe pada Jumat (14/8), ditemukan jatah makanan MBG yang disalurkan pada hari ini (Jumat) tidak dijamah maupun di makan siswa.
Hal ini tidak diketahui pasti apakah mereka (siswa) merasa takut atas kejadian Keracunan makanan MBG para Abang/kakak siswa SMA di Berastagi, yang .mengalami sakit keracunan makanan usai menyantap makanan tersebut, atau oleh karena instruksi dari orangtua mereka masing-masing yang sudah memberi peringatan wanti-wanti waspada terhadap makanan MBG tersebut.
Hal ini didapati di salah satu sekolah negeri tingkat SD di kota Kabanjahe, para siswa tidak memakan jatah makanan MBG mereka, ujar salah seorang guru yang tidak mau namanya disebutkan secara terbuka.
"Kamipun heran atas adanya sikap siswa kami yang tidak mau memakan jatah makanan MBG mereka, dan kamipun tidak berani memaksa siswa untuk menakan MBG tersebut," ujar sang guru sedih.
Hal ini menjadi catatan kami guru atas kejadian ini dan telah dibincangkan bersama kepala sekolah untuk mengambil solusi atau antisipasi yang tidak baik dari pihak lain atau apa penyebabnya, tambahnya.
Ketika hal ini hendak di konfirmasi atas sikap siswa tersebut dan menanyakan SPPG pemasukan MBG sekolah ini kepada Kepala sekolah tersebut, tidak bertemu karena sudah pulang jam sekolah.
Awak media akan menelusuri lebih lanjut kejadian Ini pada waktu hari belajar berikut. (Pangab)
