-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kericuhan Berdarah di PT BI Belawan, Korban Berjatuhan dan Aparat Didesak Bertindak Tegas

Sabtu, 20 Juni 2026 | Juni 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-20T10:32:45Z

Foto : Bentrokan di area PT BI Medan yang dilakukan oleh dugaan preman bayaran


Medan |  88news.id  : Ratusan supir truk PT BI lari  berhamburan dan disebut hanya sekitar puluhan orang yang melakukan pertahanan terhadap serangan preman bayaran yang diduga membela PT SBP. Kejadian seperti itu sudah berulang dan kali ini semakin panas di areal PT BI, di Jalan Besar Medan - Belawan, Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan. Sabtu (20/6/2026), sekira Pukul 10:30 WIB.


"Terpaksa lah kami bertahan yang puluhan orang ini, kami cari makan di PT BI kok ditindas terus-terusan. Dari seminggu lalu lebih ke kepolisian sudah disampaikan, ini nyawa masyarakat di PT BI terancam dari penindasan para preman," kata seorang supir truk PT BI di lokasi.


Masih kata supir truk PT BI, "Kami akan terus bertahan sampai titik darah penghabisan, sampai kami dapat bekerja dengan aman lagi, kami akan ikut mengawal ini," ucapnya meminta demi keamanan namanya tidak ditulis, Sabtu (20/6/2026).


Pantauan langsung di lokasi, penyerangan membabi-buta itu belakangan diketahui menimbulkan 4 orang  korban luka sekarat dari PT BI akibat pukulan benda keras maupun sabetan senjata tajam, satu unit  mobil mini bus Toyota BK 1599 OY disebut milik mandor PT BI dirusak dan beberapa sepeda motor pekerja PT BI diduga dijarah para preman.




"Sudah jatuh korban akibat para preman ini, gak tau apakah nyawa kawan kami bisa selamat atau tidak, kawan yang jadi korban udah dilarikan ke rumah sakit dekat sini," tambah supir truk PT BI lainnya.


Menurut penuturan berapa orang Ibu-ibu  dan kumpulan bapak-bapak yang saling bercerita di tempat kejadian, pihak yang menyerang merupakan dari salah satu ormas dibantu para pemuda dari sekitar.


"Orang PP sama lawa-lawa sini yang gabung menyerang ke dalam (PT BI), itu masih ada banyak orang yang terjebak di dalam kantor PT BI," katanya.


Masih suasana di TKP, para preman penyerang diduga dari pihak yang membela PT SBP, di depan wartawan terlihat mengancam dengan senjata tajam seorang wanita yang mencoba mengabadikan gambar para pelaku dengan ponsel ketika merusak sebuah mobil, para preman memaksa wanita itu harus menghapus foto.


Beberapa jam kemudian, mulai berdatangan aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan ke lokasi.


Sedangkan para korban yang terluka, yang semuanya disebut dari pihak PT BI, para supir truk, termasuk seorang sekuriti dirawat di RS Pelindo  dijaga aparat kepolisian.


Suasana di lokasi kejadian hingga sekarang, sekitar Pukul 12:20 WIB, masih terlihat menegangkan, belum tahu nasib orang -orang yang terjebak di kantor PT BI, begitu juga massa yang menyerang ke PT BI disebut -sebut dari ormas yang membela PT SBP, terpantau mengitari sekitar PT BI,  mereka berkeliling dengan sepeda motor sembari menenteng senjata tajam terang-terangan seperti di hutan.


Di tempat terpisah, Kuasa Hukum PT BI, Dr Darmawan Yusuf SH SE MH MPd diminta tanggapannya mengatakan mengecam keras aksi massa preman yang diduga dibayar tersebut, dan menegaskan agar pihak kepolisian segera menangkap para pelaku.



"Mengapa para pelaku penyerangan itu bisa leluasa berkali-kali melakukan aksi kriminal di PT BI tanpa takut sedikitpun dengan hukum. Kita desak Polres Pelabuhan Belawan segera tangkap para preman diduga bayaran ini, kita punya gambar lengkap setiap inci aksi perbuatan mereka di PT BI ," tegas Pengacara nasional ternama itu, sembari menambahkan, seret juga aktor intelektual dan penyandang dana para preman penyerang.


"Sekali lagi kepada Bapak Kapolda Sumut, Bapak Kapolres Belawan AKBP Rosef Efendi mohon atensinya, tuntaskan penyerangan berdarah ini. Negara tidak boleh kalah, tidak boleh takut, dan tidak boleh tunduk pada premanisme, sikat tuntas semua yang terlibat menyerang PT BI, khususnya masyarakat, para pengusaha, harus terbebas dari aksi premanisme," tutupnya, berharap para korban yang terluka dan sedang dirawat di rumah sakit jangan sampai jadi korban jiwa, dapat selamat. 


Kejadian ini disebabkan PT SBP membangun pagar tembok tinggi di tanah milik PT BI, sudah dicoba dilakukan mediasi oleh pemerintah setempat dan penegak hukum setempat, terdiri dari Camat Medan Belawan, Kapolsek Medan Belawan, Kejari Belawan dan Koramil 09/MB dan Dinas Perukim TRTB Medan, agar pihak PT SBP menghentikan pembangunan tembok yang dilakukan, dengan dasar tidak memiliki izin PBG dan menghindari terjadinya konflik menimbulkan pelanggaran hukum.


Namun ternyata diketahui, pihak PT SBP melalui diduga kaki tangannya terus melakukan penembokan pagar hingga saat ini dari sejak 11 Juni 2026 lalu. (Tim)


×
Berita Terbaru Update