-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Wujudkan Karo Beriman, Bupati Karo Lepas Pawai Pra-Paskah 2026 Gereja GPdI Tanah Karo

Jumat, 03 April 2026 | April 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-03T11:12:23Z

 

Foto ,: Wabup Karo saat melepas pawai kenderaan bermotor mobil dari kelompok gereja Pantekosta Tanah Karo dalam Tangkah menyambut Paskah Tahun 2026, dari Stadion Samura, Kabanjahe. (Dok)



Kabanjahe | 88news.id : Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., didampingi Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP., melepas Pawai GPdI Tanah Karo Tahun 2026 dalam rangka Pra-Paskah yang digelar di Stadion Samura Kabanjahe, Kamis (2/4/2026) sore.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pawaip Pra-Paskah yang dinilai sebagai bentuk kebersamaan umat Kristiani dalam menyambut Hari Raya Paskah.


“Pawai Pra-Paskah ini merupakan inovasi yang sangat baik dalam memeriahkan perayaan Paskah di Tanah Karo. Namun saya berharap kegiatan ini tetap menjaga nilai-nilai kekristenan dan tidak menghilangkan ciri khas serta makna spiritual dari perayaan Paskah itu sendiri,” ujar Bupati.


Bupati Karo juga menghimbau seluruh umat Kristiani di Kabupaten Karo untuk turut serta mengikuti setiap rangkaian ibadah dan kebaktian Paskah di gereja masing-masing sebagai wujud penghayatan iman dan kebersamaan dalam menyambut Paskah.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pimpinan GPdI Sumut–Aceh, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Karo, para Pendeta Pimpinan GPdI se-Tanah Karo, serta panitia pelaksana. Pawai kendaraan bermotor yang berlangsung meriah ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Paskah.


Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karo turut memberikan dukungan berupa penyediaan sound system guna menambah semarak pawai kendaraan bermotor yang diikuti jemaat GPdI dari berbagai wilayah di Tanah Karo. 


Pantauan Awak media di kota Kabanjahe, pelaksanaan pawai ranmor keliling kota dan desa Tanah Karo dibagi dalam dua rute, yakni satu rute mengambil jalan Kabanjahe menuju Berastagi melewati Tiga panah, menuju Tiga jumpa sampai ke Tongkoh tembus ke Berastagi kembali ke kota Kabanjahe finish di Tugu Bambu runcing.

Dan rute kedua, dari Kabanjahe menuju Berastagi melalui Simpang empat Ndokum Siroga, masuk kota Berastagi keliling Tugu Perjuangan, kembali ke kota Kabanjahe, garis finish Tugu Bambu runcing, dan ada 100 unit yang ikut serta, ujar Panitia, Pdt Sutrisno kepada Media, di Bersama Cafe. 


Namun, ranmor yang turut serta ada 100 unit tersebut berjalan dengan minim ornamen dan spanduk atau treasi hiasan mobil yang ikut serta, seperti tidak diprogram secara matang oleh panitia pelaksana, termasuk pesan.pesan yang ingin disampaikan pada tempat yang dilalui melalui orasi Renungan Firman dan sapaan peserta kepada warga yang melihat atau didukung suara musik dgn lagu pujian.

Malah yang terjadi ranmor pawai lintas di jalan raya dengan konvoi dalam kecepatan termasuk kencang dan hampir seluruh mobil mini bus menutup kaca jendela mobil sehingga tidak ada interaksi peserta pawai dengan warga yang dilewati, membuat suasana seperti pawai ranmor tanpa pesan dan kesan selain hanya memajangkan simbol bendera Gereja Pantekosta. (Calvin). 



×
Berita Terbaru Update