Medan | 88news.id : Komitmen pemberantasan narkotika di wilayah Medan Denai kembali menjadi perhatian publik. Pernyataan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak yang sebelumnya menargetkan penangkapan sosok berinisial ‘GS’, kini kembali disorot seiring munculnya berbagai peristiwa di lapangan.
Seperti diketahui, pada Desember 2025 lalu, Kapolrestabes Medan menegaskan bahwa ‘GS’ diduga merupakan aktor penting dalam peredaran narkotika di kawasan Jermal XV dan menjadi prioritas penindakan.
Namun hingga kini, belum ada informasi resmi terkait penangkapan sosok tersebut.
Di sisi lain, publik dihebohkan dengan beredarnya video seorang wanita yang diduga mengonsumsi narkotika jenis sabu. Video itu viral di media sosial dan memicu beragam reaksi, termasuk pertanyaan mengenai kondisi penegakan hukum di wilayah tersebut.
Sejumlah warga menilai, kemunculan video tersebut menjadi indikator bahwa peredaran narkotika masih terjadi dan perlu penanganan yang lebih efektif.
Menjelang berakhirnya Ramadan, aparat Polrestabes Medan juga diketahui kembali melakukan razia di kawasan Jermal. Lokasi ini sebelumnya telah beberapa kali menjadi target penggerebekan.
Namun demikian, masyarakat mempertanyakan hasil dari rangkaian operasi tersebut, khususnya terkait penindakan terhadap pihak yang diduga sebagai pengendali utama.
Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pola razia yang berulang di lokasi yang sama, tanpa disertai informasi penangkapan aktor kunci, menimbulkan persepsi beragam di tengah publik.
Sebagian menilai hal tersebut sebagai bentuk konsistensi aparat, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan efektivitasnya.
Di ruang publik, bahkan berkembang berbagai spekulasi yang belum terverifikasi—mulai dari anggapan sekadar menunjukkan kehadiran aparat, hingga dugaan adanya faktor lain yang memengaruhi belum tertangkapnya sosok yang dimaksud.
Meski demikian, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi resmi dari pihak kepolisian agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi.
Nama ‘GS’ sendiri sebelumnya sempat disebut sebagai daftar pencarian orang (DPO), meskipun hingga kini belum ada keterangan lanjutan terkait status tersebut.
Sorotan juga muncul saat berlangsungnya Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara di salah satu hotel di Medan, di mana terjadi kericuhan antar pendukung.
Dalam peristiwa tersebut, beredar informasi yang mengaitkan kehadiran pihak-pihak tertentu, meskipun hal ini juga belum dikonfirmasi secara resmi oleh aparat berwenang.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolrestabes Medan maupun jajaran terkait belum memberikan tanggapan atas sejumlah pertanyaan yang berkembang di masyarakat.
Publik kini menantikan penjelasan resmi sekaligus langkah konkret aparat penegak hukum, khususnya dalam memastikan penanganan peredaran narkotika dilakukan secara menyeluruh dan menyasar hingga ke akar permasalahan. (Red/Iwan)
