Batu Bara | 88News.id: Pelaksanaan tradisi tahunan Pesta Tapai di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, resmi ditutup pada Minggu (15/2/2026). Acara penutupan ini berlangsung meriah dengan kehadiran Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si, didampingi Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, S.E., M.A.P, serta diramaikan oleh penampilan para seniman lokal Batu Bara.
Selain sukses melestarikan warisan leluhur, agenda ini mencatatkan perputaran ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pesisir. Bupati Baharuddin Siagian dalam sambutannya mengungkapkan bahwa selama 28 hari pelaksanaan, total transaksi mencapai Rp5,892 miliar. Angka tersebut berasal dari rata-rata transaksi harian sebesar Rp210 juta yang dihasilkan oleh 266 pelaku UMKM (tenan) yang terlibat.
"Capaian ini mencerminkan daya dorong sektor UMKM yang luar biasa ketika dikemas melalui kegiatan budaya. Pesta Tapai bukan sekadar hiburan, melainkan mesin ekonomi lokal yang nyata," ujar Baharuddin di hadapan ribuan warga yang hadir.
Penggerak Ekonomi dan Identitas Budaya
Menurut Baharuddin, tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi setiap harinya menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap memiliki daya tarik kuat di tengah arus modernisasi. Kehadiran para seniman lokal dalam acara penutupan juga mempertegas komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Pesta Tapai sebagai wadah kreativitas sekaligus memperkuat identitas budaya Kabupaten Batu Bara.
"Pemerintah daerah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pelestarian nilai-nilai leluhur dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Kami berharap kualitas pelaksanaan ke depan terus ditingkatkan," tambahnya.
Revitalisasi Situs Sejarah Melayu
Selain fokus pada pemberdayaan UMKM, Bupati Baharuddin juga menyoroti pentingnya pelestarian aset bersejarah. Ia menyebutkan bahwa Sumatera memiliki kekayaan situs budaya Melayu yang ikonik, namun hanya menyisakan sedikit bangunan rumah Melayu asli yang monumental, yakni Istana Maimun di Medan dan Istana Niat Lima Laras di Batu Bara.
Terkait hal tersebut, Pemkab Batu Bara kini tengah menjajaki kolaborasi intensif dengan pemerintah pusat untuk mengembalikan kemegahan Istana Niat Lima Laras. Langkah ini diposisikan sebagai bagian dari penguatan identitas budaya sekaligus memaksimalkan potensi wisata daerah.
Penutupan acara yang berlangsung pada 15 Februari 2026 ini diakhiri dengan harapan agar sinergi antara pelestarian budaya, keterlibatan seniman, dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat terus berjalan beriringan melalui program-program resmi pemerintah daerah di masa mendatang.
(Mukhlis)
