-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pulihkan Akses Antardesa, Pemkab Batu Bara dan TNI Bangun Jembatan Bailey di Medang Deras

Kamis, 19 Februari 2026 | Februari 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-19T01:13:31Z

 


​BATU BARA | 88News.id: Pemerintah Kabupaten Batu Bara resmi memulai pembangunan Jembatan Bailey di Desa Sei Buah Keras, Kecamatan Medang Deras, pada Rabu (18/2/2026). 


Proyek ini merupakan hasil sinergi strategis antara pemerintah daerah dengan Kodam I Bukit Barisan untuk memulihkan konektivitas warga yang sempat terhambat.


​Jembatan ini memiliki peran krusial sebagai urat nadi yang menghubungkan Desa Sei Buah Keras dengan Desa Durian. Selain menjadi akses utama bagi pelajar menuju sekolah, keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi motor penggerak ekonomi lokal.


​Dalam pelaksanaannya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batu Bara menerjunkan sejumlah alat berat untuk mempercepat proses konstruksi. Sementara itu, aspek teknis dan pengerjaan lapangan dikomandoi oleh personel TNI.

​"Sinergi ini bertujuan agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan efektif dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat," tulis pernyataan resmi Pemkab Batu Bara.


​Pengerjaan di lapangan melibatkan berbagai unsur, di antaranya:

​Personel Koramil 01/MD & Babinsa: Melakukan pembongkaran struktur lama dan pembersihan area.


​Yonzipur 1/DD: Menerjunkan tim teknisi khusus sebanyak empat personel untuk memastikan standar keamanan jembatan.


​Partisipasi Warga Masyarakat setempat turut bergotong-royong membantu pembersihan lahan.


​Langkah taktis pembangunan Jembatan Bailey dipilih karena proses pemasangannya yang relatif cepat dibandingkan jembatan permanen beton, sehingga mobilitas warga dapat segera pulih. Pemkab Batu Bara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah kecamatan.


​Dengan kembalinya akses transportasi ini, pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Medang Deras diharapkan kembali optimal, mengingat distribusi logistik tidak lagi harus menempuh jalur memutar yang memakan waktu dan biaya lebih besar.

(Mukhlis)

×
Berita Terbaru Update