-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Lestarikan Budaya Melayu, Pemkab Batu Bara Gelar Mandi Balimau dan Mogang

Selasa, 17 Februari 2026 | Februari 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-17T12:34:35Z

 


Batu Bara | 88News.idPemerintah Kabupaten Batu Bara menggelar tradisi budaya Melayu, Mandi Balimau, sebagai rangkaian persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Acara yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Batu Bara pada Senin (16/2/2026) ini dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai lapisan.


​Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, memimpin langsung prosesi yang menggunakan air campuran limau serta rempah-rempah khas. Tradisi ini secara turun-temurun dimaknai sebagai simbol penyucian diri secara lahiriah agar tubuh bersih dan harum sebelum memasuki bulan puasa. ​


​Dalam sambutannya, Baharuddin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya menjaga identitas daerah. Ia mengajak generasi muda untuk aktif mengenal dan melestarikan akar budaya Melayu di Batu Bara.


​"Pelestarian budaya adalah tanggung jawab kolektif. Kita ingin memastikan tradisi Mandi Balimau tetap hidup dan diwariskan kepada anak cucu kita sebagai simbol kesiapan batin dan fisik menyambut Ramadhan," ujar Baharuddin.


​Semarak Tradisi Mogang

​Selain prosesi pembersihan diri, suasana semakin akrab dengan digelarnya Mogang, yakni tradisi makan daging bersama. Masyarakat tampak duduk bersila di atas tikar, menikmati hidangan sebagai bentuk syukur dan penguatan tali silaturahmi antarwarga.


​Acara ini juga menjadi ajang kolaborasi berbagai pihak. Terlihat hadir dalam lokasi:

​- Pelaksana Harian (Plh) Sekda dan jajaran Kepala OPD.

​- Perwakilan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan Bank Sumut.

​- Direksi RSUD dan BUMD.

​- Tokoh kepemudaan dan Lembaga Adat Melayu (LAM).


​Sebagai bentuk kepedulian nyata, panitia juga membagikan air balimau dalam kemasan serta paket daging kepada warga yang hadir. Langkah ini diapresiasi sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjelang hari besar keagamaan.


​Pemerintah Kabupaten Batu Bara berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang edukasi nilai kearifan lokal, tetapi juga sebagai daya tarik wisata budaya di Sumatera Utara.

(Mukhlis)

×
Berita Terbaru Update