
Labuhan Batu | 88News.id: Polres Labuhanbatu menyelenggarakan kegiatan Doa Bersama Lintas Agama sebagai wujud kepedulian dan permohonan keselamatan bagi Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Labuhanbatu Utara dari potensi bencana alam. Acara ini berlangsung pada Jumat, 28 November 2025, bertempat di Aula Serbaguna Polres Labuhanbatu, Jalan M.H. Thamrin, Rantauprapat.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Polres Labuhanbatu, tokoh agama dari berbagai kepercayaan, serta unsur masyarakat dari dua kabupaten. Kehadiran para tokoh lintas agama mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga persatuan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Labuhanbatu Kompol H. Matondang, S.H., M.H., bersama para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, para perwira, brigadir, dan ASN Polri. Sementara dari unsur tokoh agama Kabupaten Labuhanbatu turut hadir Ketua MUI, perwakilan Kemenag, Ketua FKUB, pimpinan Muhammadiyah, Al Washliyah, PGI, BKAG, NU, dan Majelis Buddhayana Indonesia.
Selain itu, tokoh agama dari Kabupaten Labuhanbatu Utara juga berpartisipasi, antara lain Ketua MUI Labura, Kakan Kemenag, Ketua FKUB, perwakilan Muhammadiyah, NU, Al Washliyah, DMI, serta Ketua PGI. Partisipasi dua kabupaten sekaligus menegaskan nilai kebersamaan dalam memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Acara dibuka oleh protokol dan dilanjutkan dengan makan bersama sebagai bentuk keakraban antar peserta. Setelah itu, Wakapolres Labuhanbatu Kompol H. Matondang, S.H., M.H., menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya doa bersama sebagai upaya memohon keselamatan bagi wilayah Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara. Beliau juga mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.
Dalam kesempatan tersebut, Polres Labuhanbatu menyerahkan tali asih kepada anak yatim sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Santunan tersebut diberikan langsung oleh Kapolres, disambut hangat oleh para undangan dan para tokoh agama.
Sesi doa bersama dipimpin secara bergantian oleh tokoh dari tiga agama, yaitu doa Islam oleh H. Hamid Zahid Hasibuan, doa Kristen oleh Pdt. Benny Hutagalung, S.Th, dan doa Buddha oleh Fie Kim. Ketiga doa tersebut menjadi simbol kerukunan dan persatuan dalam memohon perlindungan bagi masyarakat dua kabupaten.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kebersamaan. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan kondusif hingga selesai pada pukul 10.20 WIB. Melalui kegiatan ini, Polres Labuhanbatu berharap terciptanya keamanan, ketentraman, serta terhindarnya masyarakat dari bencana alam.
(Rif)