Kabanjahe | 88news.id : Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kabanjahe dan Berastagi membuat warga masyarakat resah, pasalnya aktivitas kegiatan warga masyarakat terkendala khususnya dalam mendukung perekonomian warga masyarakat yang mencari sesuap nasi untuk mempertahankan hidup di negeri NKRI berdasar Pancasila.
Amatan Awak media ini, dalam kurun waktu lima hari ini, kelangkaan BBM telah terjadi dibeberapa SPBU Kabanjahe dan Berastagi sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian serta pelaku pariwisata yang telah dikenal di daerah Sumut maupun tingkat nasional.
Antrian panjang terjadi disepanjang tempat pengisian atau dikenal sebutannya di Sumut 'Galon' bila ada mobil tangki pengangkut BBM masuk ke lokasi galon.
Keadaan ini , sudah pasti membuat kemacetan panjang dalam antrian mobil, sepeda motor dan juga warga masyarakat yang membawa wadah tempat BBM berupa jerigen dikarenakan kenderaan bermotor yang sudah kehabisan BBM. ditinggal di lokasi jalan dan yang telah diamankan dirumah.
Kelangkaan BBM iji membuat warga masyarakat panik dan merana, banyak kesal, terancam biaya makan dan kebutuhan lainnya, karena ranmor rak bisa dipergunakan cari uang jual jasa ranmor dan pendukung pedagang usaha nongkrong dan keliling pakek ranmor, seperti yang diuraikan Ny Surbakti, pedagang kue keliling, supir angkot, Juliadi, bidang jasa kurir, Teger, dan lainnya.
Bila ini berkepanjangan tanpa tindakan tegas pihak pejabat bisa mengakibatkan situasi tambah parah mengalami "Kelumpuhan" tatanan kehidupan warga dalam Ekopolsosbud, apalagi di beberapa tempat daerah di Sumut terjadi musibah bencana alam banjir, longsor dan angin kencang, cuaca ekstrim.
Sementara itu, salah seorang petugas SPBU Kabanjahe, Sembiring ketika ditemui Awak media, Sabtu (29/11), mengatakan jatah pengiriman BBM dari pangkalan Bekawan Medan, sangat terbatas, yang biasa dapat jatah BBM sebanyak dua truk tangki, namun sudah tiga hari ini tidak ada masuk BBM. Menurut petugas dari Belawan, kapal pengangkut BBM tidak sandar.
Mikael Sinurat sebagai pemerhati Kesejahteraan warga masyarakat ketika ditemui Awak media ini, mengatakan mengharapkan kejadian kelangkaan BBM ini dapat menjadi perhatian serius pejabat negara, kenapa bisa langka.? Padahal negeri ini sangat kaya Sumber Daya alamnya, termasuk minyak dan mineral.
Mohon hal ini menjadi perhatian serius pejabat untuk memenuhi bahan kebutuhan wajib Rakyat Indonesia sebagai pemegang mandat pejabat dalam pemerintahan ini, pada gal negeri ini sudah berusia 80 tahun, rasanya pelayanan Negera hanya jalan ditempat, tidak memberikan rasa aman, nyaman, makmur, damai sejahtera dengan iman taqwa yang dalam kepada Tuhan Yang Maha Esa, seperti yang didambakan manusia yang sehat sesuai PANCASILA dan UUD 1945, ujarnya. (Calvin).


