-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Paluta Dampingi Satgas Saber Pangan Sidak Harga dan Stok Kebutuhan di Pasar Gunung Tua

Jumat, 27 Februari 2026 | Februari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T14:10:19Z


Paluta | 88News.id: Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan turun ke Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Sumatera Utara (Sumut) untuk memastikan stabilisasi harga, keamanan, dan ketersediaan stok pangan di tengah- tengah masyarakat, Kamis (26/02/2026).⁣


​Langkah pengawasan ini diawali dengan rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Bupati Paluta  yang dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Bangun Parlaungan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ridi AP, dan jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Polres Tapanuli Selatan, Perum BULOG Padangsidimpuan, serta perwakilan Badan Pangan Nasional (Bapanas).⁣


Dalam pemantauan tersebut, tim Satgas menemukan bahwa harga beberapa komoditas, seperti beras medium dan bawang putih, masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP).⁣


​Salah satu temuan adalah tingginya harga eceran beras medium (sekitar Rp14.200/kg). Tingginya harga ini ditengarai akibat rantai distribusi yang panjang. Gabah yang dipanen di Kabupaten Paluta harus dikirim ke pabrik penggilingan di Tebing Tinggi, Sumut sebelum akhirnya dipasok kembali ke Kabupaten Paluta sebagai beras siap jual. Hal ini terjadi lantaran Kabupaten Paluta belum memiliki kapasitas mesin penggilingan padi yang memadai untuk menyerap hasil panen lokal secara maksimal.⁣


Terkait komoditas Minyakita, Dinas Perindag paluta mencatat harga di pasaran relatif stabil. Para pengecer yang terdaftar dalam aplikasi Simirah telah menjual di batas maksimal Rp15.500 hingga Rp15.700 per liter.⁣


​Meski harga terkendali, pedagang mengeluhkan soal pasokan. Inspeksi di tiga toko grosir, yakni Toko Sitompul, Toko Putra Balimbing, dan Toko Sahabat, mengungkap adanya kelangkaan stok. Toko Sahabat, misalnya, hanya mendapat jatah 100 kardus per dua minggu dari Perum BULOG, padahal kebutuhan pelanggan mencapai 100 kardus hanya dalam tiga hari.⁣

(Umar Rambe)

×
Berita Terbaru Update