Batu Bara | 88News.id: Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Batu Bara menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital sektor keuangan daerah. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif Bapenda dalam kegiatan Inisiasi Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (KATALIS P2DD) yang digelar secara daring, Rabu (04/03/2026).
Kegiatan yang diikuti langsung oleh Kepala Bapenda Batu Bara, Mei Lindawati Suryanti Lubis, S.STP, MAP, ini merupakan inisiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri.
Fokus pada Transparansi dan Optimalisasi
Mengusung tema "Percepatan Realisasi Penerimaan dan Belanja Daerah melalui Transformasi Digital", forum ini bertujuan membekali pemerintah daerah dalam mengimplementasikan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Penguatan peran Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) menjadi sorotan utama. TP2DD diharapkan menjadi motor penggerak dalam mengubah sistem pengelolaan keuangan manual menuju sistem digital yang lebih aman dan terukur.
Strategi Meminimalisir Kebocoran
Kepala Bapenda Batu Bara, Mei Lindawati, mengungkapkan bahwa langkah ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan strategi konkret untuk mengamankan pendapatan daerah.
"Digitalisasi adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah. Dengan sistem yang terintegrasi, kita dapat meminimalisir potensi kebocoran anggaran serta menciptakan tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel," ujar Mei usai mengikuti Zoom Meeting tersebut.
Langkah Terukur ke Depan
Pasca kegiatan KATALIS P2DD, Bapenda Batu Bara berencana melakukan langkah-langkah implementatif, di antaranya:
Peningkatan Literasi Digital: Memastikan SDM di lingkungan Bapenda siap mengoperasikan sistem terbaru.
Integrasi Sistem: Memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam pelaporan keuangan.
Kemudahan Akses: Mendorong masyarakat untuk beralih ke pembayaran non-tunai yang lebih efisien dan modern.
Dengan partisipasi ini, Kabupaten Batu Bara optimistis dapat mewujudkan ekosistem keuangan daerah yang berdaya saing tinggi dan bersih di tahun 2026.
(Mukhlis)
