Penolakan Konser Band Legendaris dan Subhat Coldplay di Indonesia -->

Sponsor

Penolakan Konser Band Legendaris dan Subhat Coldplay di Indonesia

Admin
Minggu
Oleh: Elfyda Rahmadani

Elfyda Rahmadani Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padang Sidempuan


88News.id | Padang Sidempuan : Berita yang kunjung tidak memiliki titik temu diantara para penggemar band legendaris dan para penolak Coldplay selalu menjadi perbincangan, tatkalanya sejumlah penggemar merasa ini terlalu diribetkan. Sehingga banyaknya penolakan dari berbagai petinggi dan sejajaran ustad-ustad karena coldplay yang dituding dukung LGBT sehingga penolakan itu menjadi tanda tanya besar bagi pengemar yang ingin menyaksikan coldplay kesayangannya.


Penantian panjang penggemar coldplay di indonesia berakhir. Chris Martin dan kawan-kawan dipastikan akan menggelar konser di jakarta pada 15 november mendatang. 


Rumor Coldplay akan bertandang ke Indonesia sudah berembus sebelum band tersebut dan pihak promotor mengumumkan jadwal tur secara resmi. Bahkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) yakni Sandiaga Uno sempat menggugah sebuah video yang memperlihatkan dirinya sedang mengadakan pertemuan dengan pihak promotor konser Coldplay.


Coldplay adalah band Legendaris dari inggris yang dibentuk pada tahun 1996, terdiri dari Chris martin sebagai band vokalis Johny Buckland sebagai gitaris Guy Berryman sebagai Basis dan Will Champion sebagai drummer, awalnya coldplay hanyalah sebuah band yang dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa University College London (UCL), di awal pembentukannya ini, menggunakan nama Starfish pada tahun 1998 hingga berganti menjadi coldplay.


Sebelumnya Coldplay tidak terlalu diperhatikan karena genre musik yang mainkan tidak sejalan dengan arus trend pada masa itu, namun pada tahun 2000, mereka merilis single yang berjudul yellow yang mengubah segalanya, dimana lagu tersebut mampu mengubah segalanya menjadi sangat populer dan sukses sehingga coldplay diakui dan ditempatkan diantara band-band terkenal pada saat itu.


15 november mendatang rupanya menjadi acara perdana dari sang legendaris coldplay, menyimak berita yang terkait coldplay dituding ada pendukung LBGT dan hal ini menjadi penolakan yang cukup keras dari sejumlah petinggi negara dan para ulama-ulama indonesia.


Coldplay dan Subhat 

"Perkara halal itu jelas dan perkara haram juga jelas. Diantara keduanya ada perkara-perkara subhat, yang tidak diketahui oleh banyak orang..."


Halal dan haram merupakan dua sayap hukum yang jelas diatur dalam syariat. Jika halal dihukumi sebagai sesuatu yang boleh dilakukan atau dikonsumsi, sebaliknya haram merupakan hal-hal yang dilarang. Meski demikian, selalu ada celah di antara keduanya yang kerap menimbulkan keraguan. Itulah subhat.


Rasulullah SAW bersabda, “Perkara halal itu jelas dan perkara haram juga jelas. Di antara keduanya ada perkara-perkara subhat yang tidak diketahui oleh banyak orang. Barang siapa menjaga diri dari perkara subhat, ia telah menyelamatkan kehormatan dan agamanya. Sebaliknya, barang siapa terlibat dalam perkara subhat, ia terperosok ke dalam perkara haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternak di sekitar daerah terlarang (padang rumput milik seseorang), ia hampir saja masuk ke dalamnya.” (HR Bukhari-Muslim).


Imam Al Ghazali dalam Rahasia Halal-Haram beranggapan, hadis ini menegaskan keberadaan tiga perkara, yakni halal, haram, dan subhat. Namun, yang sulit adalah bagian pertengahan yang hanya diketahui segelintir orang. Itulah subhat. Karena itu, ia perlu dijelaskan dengan gamblang dan segala kesamarannya dapat disingkap.


Dan berkaitan dengan konser yang akan dilaksanakan dan mejadi simpang siur isu terkait hal ini namun coldplay dan subhat karena membawa bendera LGBT ini menjadi dan melanggar pancasila hal ini. 


Yang menjadi masalah adalah mereka membawa bendera pelangi yang memiliki pengertian ada bendera LBGT. Dan hal ini seharusnya nggak perlu ada sebenarnya dan ada baiknya mereka memberikan pengarahan kalau di Indonesia tidak perlu melakukan aksi panggung mereka karena hal ini bisa menjadi acuan pada hal lain untuk mengantisipasi banyaknya sebab dari penolakannya.


MUI Dan PA 212 yakni Novel Bamukmin selaku Wasekjen PA 212 menyampaikan bahwa PA 212 dengan tegas melakukan penolakan terhadap kedatangan Band Legendaris Coldplay ke Indonesia. Mereka juga akan menggelar aksi demo besar jika tetap hal ini tetap berjalan.


“Kalau memang sampai mereka jadi menggelar konser itu, artinya kita mendukung mereka mengkampanyekan LGBT dan Atheis yang sangat bertentangan dengan nilai agama dan pancasila. Apalagi mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Jadi sebaiknya kit menolak kedatangan coldplay ke Indonesia,” tuturnya.


Dikutip dari salah satu tweet @AYB_id “Sebagian orang berdalil boleh menonton Coldplay karena ada Habib Syi'ah yang juga mau ikut nonton. Musibah. Terjebak syubhat halus oleh Syi'ah itu beneran musibah. Betapa pentingnya menuntut Ilmu Agama”. 


Meski demikian, ada sebagian kelompok yang menolak konser Coldplay dihelat di Indonesia. Salah satu alasannya karena grup band asal Inggris itu dianggap mendukung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).


Terkait hal ini, seorang peserta kajian Al Bahjah bertanya kepada KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya tentang konser tersebut. Penanya kemudian menyoroti soal calo tiket konser yang menjual beberapa kali lipat di platform toko online.


“Saya hamba Allah dari Jakarta, saat ini sedang ramai isu tentang akan diadakannya konser grup musik dari luar negeri yang mendukung LGBT. Ada yang mendukung dan banyak juga yang menolak,” katanya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Rabu (31/5/2023).


“Sangat mengejutkan beberapa pihak menjual tiket tersebut melalui marketplace hingga harganya 50 juta. Bahkan yang miris demi mendapatkan tiket tersebut ada yang rela memakai uang tabungan adiknya yang padahal untuk berobat ayahnya. Bagaimana hukum membeli tiket tersebut dan bagaimana kita bersikap melihat fenomena ini?”, tanya dia kepada Buya Yahya.


Terkait konser Coldplay di Tanah Air, Buya Yahya tidak menyoal kelompok yang mendukung atau menolak kehadiran grup musik asal Inggris itu karena LGBT. Akan tetapi, Buya Yahya melihat sisi lain yang menurutnya kurang baik.


“Kita melihat sisi lain bahwasanya ada cara hidup yang kurang baik, gaya hidup yang merusak, yaitu berbelanja sesuatu tidak pakai pertimbangan yang bisa jadi itu terpengaruh oleh lingkungan,” tuturnya.


Menurutnya, konser musik itu hanya sebuah contoh. Bisa saja fenomena gaya hidup kurang baik terjadi pada hal-hal lain. Syubhat Bisa Menjerumuskan dalam Keharaman.


Dalam hadits di atas disebutkan, “Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya.” Hadits ini menunjukkan bahwa jika seseorang bermudah-mudahan dan seenaknya saja memilih yang ia suka padahal perkara tersebut masih samar hukumnya, maka ia bisa jadi terjerumus dalam keharaman.


Ibnu Daqiq Al ‘Ied mengatakan bahwa orang yang terjerumus dalam syubhat bisa terjatuh pada yang haram dilihat dari dua sisi: (1) barangsiapa yang tidak bertakwa pada Allah lalu ia mudah-mudahan memilih suatu yang masih syubhat (samar), itu bisa mengantarkannya pada yang haram, (2) kebanyakan orang yang terjatuh dalam syubhat, gelaplah hatinya karena hilang dari dirinya cahaya ilmu dan cahaya sifat wara’, jadinya ia terjatuh dalam keharaman  dalam keadaan ia tidak tahu. Bisa jadi ia berdosa karena sikapnya yang selalu meremehkan. Lihat Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, penjelasan Ibnu Daqiq Al ‘Ied, hal. 49.


Namun catatan yang perlu diperhatikan, sebagian orang mengatakan bahwa selama masih ada khilaf (perselisihan ulama), maka engkau boleh memilih pendapat mana saja yang engkau suka. Kami katakan, “Tidak demikian”. Khilaf ulama tidak menjadikan kita seenaknya saja memilih pendapat yang kita suka. Namun hendaknya kita pilih mana yang halal atau haram yang kita yakini. Karena jika sikap kita semacam tadi, dapat membuat kita terjatuh dalam keharaman. Lihat penjelasan yang amat baik dari Syaikh Sholih Al Fauzan dalam Al Minhah Ar Robbaniyah fii Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, hal. 107.

 

Jauhi Perkara Syubhat, Dalam perkara subhat yang perlu diperhatikan ialah menjauhinya, salah satu coldplay yang mendatangkan berbagai macam campur- baur antara halal dan haramnya yang bercampur baur. Dan hal ini perlunya ditinjau lebih bukan saja coldplay hal yang membawa kepada syariat yang melanggar itu termasuk subhat dan harusnya kita bisa lebih teliti lagi pada zaman sekarang ini. sebaiknya menjaga diri kita subhat yang biasa terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. 


BKN/88News

Baca Juga