88News.id | Medan : Dengan adanya gonjang ganjing kekisruhan di acara Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Sumatera Utara ke-13 di Padang Sidempuan, Ahmad Fauzan, SE.,MM sebagai Ketua bersama seluruh pengurus Pimpinan Wilayah (Pimwil) VIII Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sumatera Utara melakukan konferensi pers di Medan, Selasa (21/02/2023) malam.
Konferensi pers dilaksanakan untuk menjelaskan tentang berita dibeberapa media online mengenai persoalan internal Perguruan Seni Beladiri Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sumut yang terjadi di Musywil Muhammadiyah.
Persoalan internal yang terjadi bermula dari pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pimwil VIII Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sumut tanggal 12-13 November 2022 di Hotel Permata Land Rantau Prapat.
Rakerwil dilaksanakan atas permintaan dari seluruh Pimpinan Daerah (Pimda) Tapak Suci se-Sumut untuk melakukan penyegaran kepengurusan di Pimwil Tapak Suci Sumut. Rakerwil tersebut dihadiri seluruh Pimda se-Sumut dan menghasilkan beberapa keputusan. Salah satu keputusan adalah mengganti Sekretaris yang lama saudara Kader Kepala Ridwan Putra Saleh dengan sekretaris terpilih hasil Rakerwil saudara Pendekar Muda Erianto.
Hasil keputusan yang diambil pada Rakerwil Tapak Suci Sumut sudah dilaporkan kepada Pimpinan Pusat Tapak Suci (PPTS) dan PWM Sumut. Pimwil Tapak Suci Sumut mengajukan permohonan rekomendasi kepada PWM Sumut untuk melengkapi berkas ke PPTS.
Namun pada saat Musywil Muhammadiyah di Padang Sidempuan terjadilah kekisruhan mengenai kepesertaan Musywil Muhammadiyah. Ahmad Fauzan menghadiri Musywil Muhammadiyah sebagai peserta dari Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, tapi Panitia Musywil menolak Ahmad Fauzan sebagai peserta dengan alasan peserta Musywil dari Tapak Suci sudah ada yang meregistrasi ulang. Ternyata peserta Musywil dari Tapak Suci yang meregistrasi ulang atasnama Ridwan Putra Saleh sesuai mandat yang diterima oleh PWM Sumut.
Dengan adanya penjelasan dari panitia Musywil, Ahmad Fauzan pun berkata, "Saya masih sebagai Ketua Pimwil Tapak Suci Sumut yang sah sampai sekarang ini", jelasnya.
Hasil penjelasan Ahmad Fauzan tentang peserta Musywil Muhammadiyah, Tapak Suci pernah mengeluarkan surat mandat peserta Musywil Muhammadiyah secara tertulis yang di ajukan dan ditanda tangani oleh Saudara Ahmad Arif, SE.,MM (Wakil Ketua) dan Ridwan Putra Saleh tanpa persetujuan Ahmad Fauzan sebagai Ketua Pimwil VIII Tapak Suci yang Sah.
"Ahmad Arif tidak berhak menandatangani surat keluar Pimwil Tapak Suci Sumut karena dia adalah Wakil Ketua, apalagi tanpa persetujuan saya sebagai Ketua Tapak Suci Sumut yang sah", jelas Ahmad Fauzan.
Kekisruhan pun terus terjadi karena panitia masih tetap bersikukuh menolak Ahmad Fauzan untuk masuk ke Musywil sebagai peserta. Akhirnya Sekretaris PWM Sumut Irwansyah Putra memberikan solusi agar peserta dari Tapak Suci yang boleh masuk sebagai peserta Musywil adalah Ahmad Fauzan dan Ridwan Putra Saleh sebagai Ketum dan Sekretaris Tapak Suci Sumut.
Ahmad Fauzan menolak usulan Irwansyah karena Ridwan sudah dipecat atau tidak lagi sebagai sekretaris Tapak Suci Sumut hasil Rakerwil Tapak Suci di Rantau Prapat bulan November 2022 yang merupakan keputusan tertinggi setelah Muswil Tapak Suci Sumut.
Untuk menghindari kekisruhan, Irwansyah pun menyetujui Tapak Suci sebagai peserta Musywil dengan syarat Amad Fauzan sendirian yang boleh masuk dengan memberikan ID Card cadangan kepada Ahmad Fauzan.
Tidak berselang lama, Ridwan Putra Saleh datang ke lokasi Musywil dan memaksa untuk masuk ke dalam ruangan Musywil. Panitia Musywil bersama beberapa Pengurus Tapak Suci Sumut mencegah Ridwan masuk. Ridwan tidak terima dan terjadilah perdebatan.
Panitia dan Erianto (Pendekar Tapak Suci Sumut) memanggil Ahmad Fauzan ke dalam ruangan. Ahmad Fauzan keluar ruangan dan dilihatnya Ridwan dengan pandangan yang sinis dan kecewa kepada Ahmad Fauzan. Spontanitas Ahmad Fauzan sebagai Ketua dan Pendekar Tapak Suci Sumut menendang kaki Ridwan sebagai teguran pembinaan dan tidak untuk menyakiti ataupun mencederai kepada junior yang kurang ajar dan tidak sopan. Namun Ridwan tidak terima atas perlakuan itu, dia pun membalas dengan melakukan pukulan kepada Ahmad Fauzan. Akhirnya kekisruhan pun terjadi.
Kekisruhan di depan ruangan Musywil terjadi begitu singkat karena panitia, pengamanan Musywil dan polisi melerai kekisruhan yang terjadi.
Tidak beberapa lama setelah kekisruhan terjadi datanglah Waka Polres Padang Sidempuan ke lokasi Musywil, lalu beberapa menit kemudian disusul oleh kedatangan Kapolres.
Dengan adanya kekisruhan di acara Musywil Muhammadiyah, Ridwan Putra Saleh membuat laporan ke Polres Padang Sidempuan. Laporan tersebut tertuang dalam Nomor : LP/B/67/II/2023/SPKT/Polres Padangsidimpuan Polda Sumatera Utara, pada tanggal 18 Februari 2023.
Setelah selesainya Musywil Muhammadiyah di Padang Sidempuan, Ketua PWM Sumut melalui panitia Musywil mencoba menghubungi saudara Ridwan dengan tujuan untuk menyelesaikan persoalan yang sudah terjadi secara kekeluargaan, namun saudara Ridwan menjawab melalui telpon bahwasanya Ridwan sendiri yang akan menghubungi Ketua PWM Sumut. Sampai sekarang ini saudara Ridwan belum juga menghubungi Ketua PWM.
Ahmad Fauzan terus berusaha menghubungi kolega ataupun tokoh yang dihormati Ridwan untuk memediasi menyelesaikan kekisruhan antara Ridwan dengan beliau.
Ahmad Fauzan didalam konferensi pers menegaskan beberapa hal yang harus menjadi catatan antaralain :
1. Kekisruhan yang terjadi pada acara Musywil ke-13 Muhammadiyah di Padang Sidempuan tidak direncanakan, tidak disengaja dan ini kejadian spontanitas
2. Kekisruhan yang terjadi bukanlah merupakan penganiayaan, ini spontanitas adalah tindakan pembinaan terhadap junior yang kurang ajar dan tidak sopan
3. Persoalan ini terjadi murni di acara Musywil Muhammadiyah dan tidak ada keterkaitan Ahmad Fauzan sebagai Anggota DPRD Sumut, tidak ada keterkaitan dengan Partai Politik tertentu dan tidak ada kaitannya dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Ini murni masalah internal Perguruan Beladiri Pencak Silat Tapak Suci Sumut di acara Musywil Muhammadiyah.
Ahmad Fauzan menyerahkan persoalan ini kepada Polres Padang Sidempuan untuk melakukan hal yang terbaik dalam penyelesaian kekisruhan yang sudah terjadi di internal Perguruan Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, tutup Ahmad Fauzan saat mengakhiri konferensi pers.
MR/88News
