-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sinergi Seni, Budaya dan Dakwah Islam: Rektor UIN SYAHADA, Dewan Kesenian dan KUA Padangsidimpuan Selatan Bangun Gagasan Kebudayaan Religius

Rabu, 04 November 2026 | November 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-04T11:42:10Z


PADANGSIDIMPUAN | 88News.id: Seni dan budaya bukan sekadar ekspresi kreativitas, tetapi juga dapat menjadi media dakwah, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman. Semangat inilah yang mengemuka dalam pertemuan Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN SYAHADA) Padangsidimpuan, Prof. H. Sumper Mulia Harahap, dengan Ketua Dewan Kesenian Kota Padangsidimpuan Enda Mora dan Kepala KUA Padangsidimpuan Selatan, Dr. H.M. Asroi Saputra, S.Sos.I., M.A., Selasa (3/11/2026), di ruang kerja Rektor.


Pertemuan tersebut membahas gagasan kolaborasi pengembangan seni budaya yang akan dikemas oleh Dewan Kesenian Kota Padangsidimpuan dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, dan semangat pelestarian budaya daerah.


Dalam diskusi tersebut, peran KUA Padangsidimpuan Selatan menjadi bagian penting dalam membangun jembatan antara seni, kebudayaan, dan kehidupan keagamaan masyarakat. KUA tidak hanya hadir dalam pelayanan administrasi keagamaan, pembinaan keluarga sakinah, dan bimbingan masyarakat Islam, tetapi juga memiliki ruang strategis untuk mengembangkan dakwah kultural yang dekat dengan kehidupan masyarakat.


Dr. H.M. Asroi Saputra menyampaikan bahwa seni dan budaya dapat menjadi pendekatan dakwah yang kreatif, humanis, dan mudah diterima berbagai lapisan masyarakat. Nilai-nilai Islam dapat disampaikan melalui pertunjukan seni, sastra, musik, tradisi lokal, serta berbagai ekspresi kebudayaan yang tetap menjunjung tinggi etika dan nilai agama.


Menurutnya, Dewan Kesenian memiliki tanggung jawab merawat kreativitas dan identitas budaya daerah, sementara KUA dapat mengambil peran dalam memberikan perspektif keagamaan agar kegiatan kebudayaan turut membawa pesan moral, edukasi, dan spiritualitas.


Sementara itu, Rektor UIN SYAHADA, Prof. H. Sumper Mulia Harahap, turut menjadi bagian dari diskusi mengenai pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pemikiran, penguatan intelektualitas, serta pelestarian budaya yang selaras dengan nilai-nilai Islam.


Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang sinergi antara perguruan tinggi, Dewan Kesenian, dan KUA sebagai institusi pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.


Ke depan, gagasan tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan dan program kebudayaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik, mencerahkan, serta memperkuat identitas masyarakat Padangsidimpuan.


Seni menjadi media ekspresi, budaya menjadi identitas, dan Islam menjadi sumber nilai.


Dari ruang akademik, ruang kesenian, hingga ruang pelayanan keagamaan, ketiganya dapat bergerak bersama membangun peradaban masyarakat yang religius, berbudaya, dan berkemajuan. (Nk)

Iklan

IDCloudHost
×
Berita Terbaru Update