Asahan | 88News.id: Empat warga Kelurahan Siumbut Baru, korban penganiayaan yang dilakukan Scurity PT BSP, yang terdiri dari Leo Nardo (23), Supri Yadi (28), Nanda Rasa (25) dan Supriadi (46). Sampai kini masih menunggu proses laporan mereka yang ditangani polisi yang telah seminggu lebih mereka buat. Mereka pun meminta agar Polres Asahan dapat secepatnya melakukan penangkapan pelaku, yang berinisial D beserta rekan-rekannya.
Empat Orang korban itu, juga mengaku telah melakukan visum et revertum pada malam kejadian. Tapi sampai kini belum ada pemberitahuan dari kepolisian, kapan hasil visum tersebut keluar dari Rumah Sakit.
"Kami berempat malam itu langsung melakukan visum dan diantar oleh polisi ke rumah sakit, tapi sampai hari ini belum ada pemberitahuan kapan hasilnya keluar," ungkap Supriadi (46) yang merupakan ayah kandung Leo Nardo kepada wartawan, Senin (07/09/2026).
Lanjut Supriadi, kondisi anak kandungnya tersebut, sampai kini masih harus terbaring lemah karena luka dari enam jahitan di pelipis matanya semakin memar. Bahkan bola mata Leo Nardo semakin mengkhawatirkan akibat dipukul dan dianiaya oleh sekelompok Satpam BSP itu, diluar area kebun BSP, tepatnya di Jalan Pakis Lk. I Kel. Siumbut Baru Kec. Kota Kisaran Timur, Jumat (04/09/2026) malam.
Kembali dijelaskan Supriadi, bahwa anaknya beserta korban lainnya sama sekali tidak pernah terlibat kasus pencurian tandan buah sawit milik PT BSP yang letaknya berbatasan dengan Jalan Pakis.
"Anak ku itu pekerja meubel, dia bekerja sama mertuanya di Pasar Lama dan tidak pernah terlibat dengan kasus apapun. Boleh dichek di kepolisian, jika memang anak ku pernah terlibat kasus pencurian," katanya menegaskan.
Supriadi berharap agar pihak kepolisian Polres Asahan dapat segera memproses laporan polisi yang telah dibuatnya.
"Akibat kejadian yang menimpa kami, sampai hari ini semua korban masih trauma dan tidak dapat bekerja seperti biasa. Kami memohon kiranya polisi dapat segera memproses laporan kami dan memberi efek jera terhadap para pelaku," harapnya.
Selanjutnya, terkait kasus tersebut, awak media kemudian mencoba kembali melakukan konfirmasi kepada Kepala Pengamanan (Papam) maupun Humas PT BSP Kisaran. Namun sangat disayangkan, hingga laporan ini dimuat, baik Kepala Pengamanan maupun Humas PT BSP masih enggan memberikan keterangan.
(Nurlen)
