Asahan | 88News.id: Empat Orang warga Jalan Pakis Lk. I Kel. Siumbut Baru Kec. Kota Kisaran Timur Kab. Asahan, Kamis (03/09/2026) malam, mendatangi Polres Asahan. Pasalnya, keempat warga itu, mengaku telah menjadi korban kebrutalan Satpam PT. Bakrie Sumatera Plantation (PT. BSP) Kisaran.
Dalam pengakuannya kepada awak media, mereka menjadi korban pengeroyokan antara lain Leonardo (27), Supri (28), Supriadi (46) dan Nanda (28). Kepada wartawan, Leonardo menceritakan kronologis kejadian tersebut, waktu itu saat dirinya barusan pulang kerja dari panglong meubel milik mertuanya di Pasar Lama.
Mendengar ada sekelompok orang berada di pasar, dia kemudian mendekat dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario dan berboncengan bersama rekannya Supri. Dan Saat berselisih dengan sekolompok Satpam PT. BSP, dirinya terkejut karena salah seorang Satpam menyenter matanya. Merasa silau, Leonardo pun bertanya, ada apa kepada rombongan Satpam.
Seketika pula, tanpa babibu, tiba-tiba saja rombongan Satpam BSP tersebut, langsung melakukan pengeroyokan terhadap dirinya dan Supri yang berada di boncengan. Tak tahan dengan pengeroyokan tersebut, Leonardo pun menjerit meminta tolong.
"Aku baru pulang kerja, ku lihat kok ada orang ramai di jalan. Aku pun kesana untuk melihat, aku boncengan sama Supri. Sampai disitu, mata kami disenteri oleh Satpam, kutanya baik-baik, ada apa Bang, ehh malah aku dihajar habis-habisan. Kepala ku dipukul pakai besi," ungkapnya mengenang kejadian itu.
Dikatakan Leonardo, akibat dirinya menjerit meminta tolong, warga sekitar pun berdatangan, termasuk ayah kandungnya, Supriadi (46). Bukannya para rombongan Satpam itu menghentikan menganiaya korban, malah rombongan Satpam itu spontan memukul kepala Supriadi dengan sepotong besi hingga mengalami koyak dan berdarah dibagian atas kepalanya.
Melihat warga berkeluaran, rombongan Satpam PT BSP semakin beringas dan brutal. Seorang pemuda bernama Nanda (28) pun, ikut menjadi korban pengeroyokan dan mengalami luka di leher sebelah kiri. Berselang berapa menit, Leonardo dan Supriadi kemudian dilarikan oleh warga sekitar ke RSUD Haji Abdul Manan Simatupang untuk mendapatkan perawatan medis.
Akibat pukulan besi di wajahnya, Leonardo pun mendapat enam jahitan di bagian pelipis atas.
Sementara Supriadi harus mendapat enam jahitan di kepala bagian belakang.
Sementara, Supri yang berboncengan dengan Leonardo mengalami nasib yang lebih memilukan. Dirinya mengaku diborgol oleh Satpam PT BSP menggunakan borgol flexicuffs atau borgol plastik.
Usai melakukan perobatan, ke empat korban pun menuju Polsek Kota Kisaran Timur untuk membuat laporan. Setelah mendapat konseling, akhirnya para korban diarahkan untuk membuat laporan ke Polres Asahan.
"Aku ngejar anakku yang menjerit kesakitan, tapi malah jadi korban berikutnya. Kami semua pekerja, gak ada yang pengangguran. Anak ku dan kawan-kawan nya gak pernah sekalipun terlibat dengan urusan pencurian buah sawit PT BSP. Itu bisa kita chek di kepolisian," kata Supriadi geram.
Masih diakui Supriadi lagi, pengeroyokan yang dilakukan oleh rombongan Satpam PT BSP yang berjumlah lebih kurang dua puluh 20 orang itu, terjadi di pemukiman warga, bukan di lahan perkebunan.
"Jangankan satu tandan, sebutir sawit pun gak ada. Kami dikeroyok di kawasan kampung, bukan di lahan kebun. Kami minta agar polisi dapat bertindak tegas dalam hal ini," ujarnya.
Saat keluarga korban berkumpul di Mapolsek Kota Kisaran Timur, Supri (28) pun datang dengan membawa borgol plastik yang diikatkan ke tangannya oleh Satpam PT BSP dan menunjukkannya kepada wartawan.
"Ini gari yang mereka gunakan untuk memborgol ku tadi Bang," ucapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, wartawan belum berhasil melakukan konfirmasi kepada pihak keamanan dan manager PT BSP Kisaran. (Nurlen)
.jpg)