Asahan | 88News.id: Tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Royal sukses menerapkan inovasi pertanian cerdas (smart farming) bagi kelompok tani pisang di Desa Lomlom, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan. Program ini menghadirkan sistem monitoring pertumbuhan tanaman terpadu berbasis sensor dan Internet of Things (IoT) guna mendongkrak produktivitas komoditas hortikultura setempat.
Ketua Tim Pengabdian, Junaidi, M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kendala klasik yang dihadapi petani pisang, yakni pemantauan kelembaban tanah dan pengukuran tinggi tanaman yang selama ini masih dilakukan secara manual dan perkiraan.
“Kondisi kekurangan atau kelebihan air sangat berisiko memicu pembusukan akar dan menghambat pertumbuhan pisang. Melalui implementasi teknologi berbasis mikrokontroler ESP32, sensor kelembaban tanah (soil moisture), sensor jarak pengukur ketinggian, serta dukungan panel surya dan pompa otomatis, petani kini dapat memantau kondisi lahan dan perkembangan tanaman secara real-time lewat aplikasi digital,” terang Junaidi.
Pengembangan inovasi ini turut didukung oleh Febby Madonna Yuma, M.Kom., dan Mulya Ayunda di bidang pengembangan dashboard monitoring dan sistem informasi, serta Dr. Safrin SH., MH. yang memberikan pemahaman regulasi dan aspek hukum pemanfaatan teknologi digital.
Rangkaian kegiatan mencakup Focus Group Discussion (FGD), pelatihan perakitan dan instalasi alat, pengoperasian aplikasi berbasis web, hingga pendampingan langsung di perkebunan pisang.
Penerapan inovasi ini disambut antusias oleh kelompok tani binaan. Berkat data akurat yang tersaji di layar dasbor, petani kini tidak lagi menerka-nerka jadwal penyiraman maupun pemeliharaan tanaman. Integrasi teknologi ini diharapkan mampu menekan risiko gagal tumbuh sekaligus meningkatkan efektivitas budidaya dan hasil panen pisang di Kabupaten Asahan secara berkelanjutan. (Zul)


