88News.id | Kabanjahe : Pelaksana Tugas Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem Kabupaten Karo, Jusup Sukatendel, tinjau pipa distribusi air bersih warga pelanggan di Gang Sada Nioga Sumbul Kabanjahe, (17/3/2023) Pagi.
Kunjungan dirut ini didampingi jajaran utama mulai dari Kabag Tehnik sampai juru putar kran bagi air, yang diterima warga diantara Bapak Angel Pangaribuan Perangin-angin dan Berliana.
Warga menuturkan kepada dirut sesuai fakta yang dialami pelanggan hal distribusi air bersih dari Tirta Malem, mengalami gangguan sudah delapan bulan ini.
"Air bersih distribusi BUMD Pemkab Karo ini, sudah delapan bulan mengalami kendala dan sangat parah, tidak mengalir baik atau naik ke bak penampungan air kamar mandi rumah pelanggan satu tetes air pun dari kran pipa air bak", ujar Bapak Angel sedih.
Lanjutnya, akibatnya, warga sedih bercampur kesal atas layanan pemerintah daerah ini akan kebutuhan yang prinsip atau menyangkut kelangsungan hidup mahluk hidup akan kebutuhan air.
Semua merembes dalam tatanan hidup keluarga pelanggan untuk kebutuhan air bersih dari mulai Mandi, Cuci dan Kakus (MCK), jaga kesehatan, jarang mandi, hemat air sampai siram bunga, bersih-bersih rumah, sampai cuci motor dan siram pekarangan rumah yang kering berdebu serta persediaan air di rumah akan kebutuhan lainnya seperti mencegah kebakaran.
Yang lebih parah lagi, untuk memenuhi kebutuhan air bersih keluarga dan rumah tangga pelanggan, cukup repot selama delapan bulan ini, disamping wanti-wanti kehabisan air bersih, pemesanan air bersih dari penjual air sumur bor pun tidak serta merta direspon penjual.
Harus sabar dan antri, bila ditelepon pun, bisa tidak diangkat karena sudah kebanyakan order, dan kalau mengorder pun harus minimal empat tong dari delapan tong yang bisa diangkut mobilnya dengan harga sebesar 8.000 rupiah/tong bekas, sehingga kesannya seperti kepentingan satu pihak saja dari pembeli, beli air sumur bor ini. Hal ini juga membuat bengkaknya uang keluar keluarga untuk membeli air sumur bor, dari biasa bayar biaya air bersih PDAM Tirta Malem sebesar 50 ribu rupiah sampai 60 ribu rupiah per bulan, menjadi 200.000 rupiah / bulan.
Sementara itu, tong yang dipakai penjual air sumur bor pun, tong bekas limbah B3 luar negeri, yang mana, juga marak dipakai warga seputaran Kabanjahe, Berastagi, Ndokum siroga Simpang empat, Tiga panah dan Tiga binanga Karo yang banyak rumah kontrakan dihuni warga pendatang dari Jawa untuk menampung air sumur bor warga, tutur Bp Angel, atas rasa prihatin yang dihadapi warga.
Hal Ini sudah menjadi dilema warga Kab Karo secara umum atas kebutuhan air bersih yang sangat urgent sejak dulu kala, sampai sekarang ini belum tuntas, khususnya jalur distribusi air bersih dari Sumber Mata Air (SMA) Lau Melas, yang dikelola BUMD Pemprov Sumut, PDAM Tirtanadi, penyakit kerusakan silih berganti, dari mulai rusak mesin, mengalami longsor di hulu SMA, juga kerusakan pipa distribusi dari hulu sampai ke gang dan lorong rumah pelanggan, mengitari jalan raya di Jalan Jamin Ginting Berastagi sampai Kabanjahe.
Sehingga rasanya, jalur distribusi air bersih ini, banyak 'pengganggu' nya, karena acap kali rusak silih berganti mengganggu distribusi air bersih ke rumah pelanggan, dan hal ini yang terparah sejak pasca masa pelebaran Jalan Jamin Ginting Kabanjahe ke Berastagi dua tahun lalu.
Walau sudah 77 tahun NKRI Merdeka dari Penjajahan negara asing, pelayanan air bersih dari dua perusahaan air minum besar ini, tidak menjadi jaminan memberikan pelayanan prima, memuaskan warga pelanggan sebagai Rakyat Indonesia, dalam posisi Mandataris, pemberi mandat kepada pemerintah mewujudkan Kamtibmas dengan Makmur dan Damai Sejahtera, sehingga rasanya, timbul pertanyaan di hati, apakah masih harus merana kehidupan rakyat ini, seperti masa dijajah dulu, walau negeri ini sudah Merdeka?, tegas warga.
Dan memohon kepada pemerintah dapat mengatasi hal ini secepat dan menuntaskannya secara permanen agar tidak seperti model gaya pemerintah jaman orde baru, yang masa sekarang masa reformasi dipimpin Presiden RI, Jokowi dengan tulus membangun seantero nusantara mewujudkan berdasar Pancasila dan UUD 1945, dengan bermohon kepada Tuhan dan kerjasama sesama stakeholder, baik pemerintah tingkat pusat, provinsi dan daerah bidang eksekutif, legislatif serta judikatif dan sesama satker diawali Program Nasional Revolusi Mental, Peningkatan Sarana dan Prasarana infrastruktur umum serta SDM, khusus di Tanah Karo dapat dilaksanakan, sesuai Visi Misi Bupati Karo, Cory Sebayang masa kampanye pada Pilkada lalu, mewujudkan Karo Maju, jadi Barometer Indonesia Maju, harapnya lagi.
Jusup Sukatendel setelah mengadakan peninjauan pipa distribusi di Gang Sada Nioga Sumbul, sampai ke penyambungan meteran pelanggan, dan setelah berkordinasi kepada jajarannya yang besertanya mengatakan, hal ini akan menjadi perhatian serius dari pihaknya.
Dan permasalahannya akan dianalisa secara matang dan terukur serta berkordinasi dengan pihak pengelola dari PDAM Tirtanadi Berastagi, dan pihaknya mengharapkan warga tetap bersabar untuk pemulihan distribusi air bersih jalur SMA Lau Melas Ajijulu Tiga panah ini, ujar Jusup lulusan luar negeri ini.
Calvin/88News
