-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ponpes Mazilah Darussalam Bangun Kemandirian Pangan, Santri Dibekali Pertanian hingga Bela Diri

Senin, 26 Oktober 2026 | Oktober 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-26T12:00:34Z

 

Foto : Kegiatan ponpes Mazillah Darussalam 


DELI SERDANG | 88news.id : Pondok Pesantren Mazilah Darussalam di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terus memperkuat kemandirian melalui program ketahanan pangan, pembinaan fisik dan mental santri, serta penanaman nilai-nilai keislaman yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kepedulian terhadap bangsa.


Di bawah kepemimpinan Ustaz Dahrul Yusuf, pesantren yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Mazilah tersebut mengembangkan berbagai kegiatan produktif, mulai dari bercocok tanam padi, beternak, hingga berkebun sayur-sayuran. 

Upaya ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok santri, santriwati, pengurus, dan tenaga pendidik.


Program tersebut sekaligus menjadi langkah nyata dalam membangun kemandirian lembaga pendidikan Islam agar tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dari pihak luar.


Bagi pengelola pesantren, ketahanan pangan bukan sekadar persoalan ketersediaan bahan makanan, melainkan juga bagian dari pendidikan karakter. Para santri diharapkan memahami pentingnya kerja keras, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola sumber daya secara mandiri.


Ketahanan Pangan sebagai Fondasi Kemandirian Pesantren


Ustaz Dahrul Yusuf menilai bahwa lembaga pendidikan perlu mempersiapkan kebutuhan pokok secara terencana di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dinamika kehidupan masyarakat.


Menurutnya, kegiatan pertanian, peternakan, dan perkebunan dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para santri sekaligus membantu menjaga keberlangsungan operasional pesantren.


"Kami ingin membangun pesantren yang mandiri, mampu berusaha, dan tidak hanya bergantung pada bantuan. Santri harus dibekali ilmu agama, tetapi juga perlu belajar bercocok tanam, beternak, berkebun, serta memahami bagaimana memenuhi kebutuhan hidup melalui usaha yang halal dan produktif," demikian pernyataan Ustaz Dahrul Yusuf Pimpinan Ponpes Mazilah Darussalam, Senin (26/10/2026).


Ia menekankan bahwa kemandirian merupakan modal penting bagi pesantren untuk terus berkembang, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjalankan kegiatan pembinaan santri secara berkelanjutan.


Bekali Santri dengan Olahraga, Memanah, dan Bela Diri


Selain mengembangkan ketahanan pangan, Ponpes Mazilah Darussalam juga memberikan perhatian terhadap pembinaan fisik, mental, kedisiplinan, dan keberanian para santri serta santriwati.


Kegiatan olahraga, memanah, dan bela diri menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri, pengendalian emosi, ketangkasan, serta kemampuan menghadapi tantangan.


Pembinaan tersebut diharapkan membantu santri menjadi pribadi yang berani, tetapi tetap santun; tegas, tetapi tidak bertindak sewenang-wenang; serta memiliki kemampuan menjaga diri tanpa mengabaikan hukum dan nilai-nilai agama.


"Kami ingin anak-anak didik memiliki mental yang kuat, disiplin, berani membela kebenaran, dan mampu menjaga diri. Namun, keberanian harus dibarengi akhlak, pengendalian diri, dan kepatuhan terhadap hukum. Ilmu bela diri bukan untuk mencari musuh, melainkan untuk membentuk karakter dan melindungi diri dari ancaman," jelas Ustaz Dahrul Yusuf.


Menurutnya, pendidikan pesantren tidak cukup hanya membekali santri dengan pengetahuan agama dan akademik. Pembentukan karakter, kesehatan fisik, serta kesiapan mental juga penting agar mereka mampu menghadapi tantangan kehidupan di tengah masyarakat.


Kritik Tegas terhadap Korupsi: Jangan Khianati Kepercayaan Rakyat


Dalam pandangan Ustaz Dahrul Yusuf, pembangunan bangsa membutuhkan aparatur negara yang berintegritas, penegakan hukum yang adil, serta keberanian bersama untuk menolak berbagai bentuk kejahatan yang merugikan masyarakat.


Korupsi menjadi salah satu persoalan yang patut mendapat perhatian serius karena berpotensi merampas hak masyarakat, menghambat pembangunan, dan mengurangi kesempatan warga memperoleh pelayanan publik yang layak.


Kritik terhadap korupsi, menurut prinsip yang hendak ditegaskan pesantren, harus diarahkan pada perilaku dan praktik yang melanggar hukum, bukan sekadar menjadi tuduhan terhadap individu tanpa bukti.


"Jabatan adalah amanah, bukan kesempatan untuk memperkaya diri sendiri. Uang negara merupakan uang rakyat yang harus dipergunakan untuk kepentingan masyarakat. Apabila ada pejabat atau oknum yang terbukti menyalahgunakan kewenangan dan melakukan korupsi, proses hukum harus berjalan secara tegas, transparan, dan adil tanpa pandang bulu," ucapnya.


Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik agar program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk bagi sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat.


Pesantren, lanjut gagasan tersebut, tidak boleh menutup mata terhadap persoalan moral dan sosial yang terjadi di tengah kehidupan berbangsa. Pendidikan agama harus mendorong lahirnya generasi yang berani menyampaikan kebenaran, menjunjung kejujuran, dan menolak penyalahgunaan kekuasaan.


Siap Mendukung Pemberantasan Narkoba dan Perjudian


Selain korupsi, penyalahgunaan narkoba dan praktik perjudian juga menjadi perhatian dalam upaya membangun masyarakat yang aman, sehat, dan bermartabat.

Ustaz Dahrul Yusuf menyatakan komitmen Ponpes Mazilah Darussalam untuk mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan berbagai bentuk kejahatan tersebut, khususnya di Sumatera Utara.


Dukungan itu sejalan dengan prinsip amar makruf nahi mungkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dalam penerapannya, prinsip tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab, mengedepankan keteladanan, serta menghormati ketentuan hukum yang berlaku.


"Pesantren harus ikut mengambil bagian dalam membangun masyarakat yang bersih dari narkoba, perjudian, dan korupsi. Kami siap mendukung upaya pemberantasan kejahatan melalui pendidikan, pembinaan akhlak, penyampaian informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta kerja sama dengan pihak berwenang sesuai aturan hukum," tegas Ustad Dahrul Yusuf.


Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan kejahatan tidak boleh dilakukan dengan tindakan main hakim sendiri. Setiap dugaan tindak pidana harus ditangani melalui mekanisme yang sah agar penegakan hukum tetap berjalan secara tertib dan adil.


Pesantren Mandiri, Negara Bersih, Generasi Berkarakter


Di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan geopolitik yang terus berkembang, Ponpes Mazilah Darussalam berupaya memperkuat kesiapan internal melalui pengembangan ketahanan pangan, pembinaan santri, dan penguatan nilai-nilai moral.


Kemandirian pesantren diharapkan menjadi fondasi agar lembaga pendidikan dapat terus berkembang tanpa kehilangan arah dan tujuan utamanya, yakni mencetak generasi berilmu, berakhlak, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.


Kritik terhadap korupsi, narkoba, dan perjudian juga menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Integritas, tanggung jawab, dan penegakan hukum merupakan unsur penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera.


Pesan yang ingin ditegaskan Ponpes Mazilah Darussalam adalah bahwa pendidikan agama harus berjalan beriringan dengan kemandirian ekonomi, pembentukan karakter, serta kepedulian terhadap persoalan bangsa.


Melalui langkah tersebut, pesantren diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun generasi yang tidak hanya kuat secara keilmuan dan spiritual, tetapi juga berani menolak ketidakjujuran, menjunjung hukum, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. (Iwan).




Iklan

IDCloudHost
×
Berita Terbaru Update