Minahasa | 88News.id: Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarunjang S. S yang akrab dikenal dengan panggilan "VaSung", mendatangi lokasi kompleks kejadian hilangnya Quentania (11 thn) asal Desa Ampreng Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa, pada hari ini Rabu (27/05/2026).
Di tengah cuaca hujan deras, VaSung tetap konsisten melakukan peninjauan lokasi anak hilang di Desa Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Barat.
"Sebenarnya saya rencanakan untuk melihat langsung tempat kejadian perkara (TKP) yang dari posko Tim SAR Gabungan berjarak 500 meter. Namun terkendala derasnya hujan sore ini, dan juga bertepatan dengan adanya penghentian pencarian sementara dari Tim SAR Gabungan karena kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian adik Quentania di sungai air terjun paris" ujar Wabup.
Di Posko Lapangan Tim SAR, Wabup VaSung bertemu dengan ayah dan ibu Quentania serta Basarnas Sulut, BPBD Minahasa, Dinas Damkar dan Penyelamatan Minahasa, Satpol PP Minahasa Selatan, Pemdes Kayu uwi, Pemdes Ampreng, Camat Kawangkoan Barat, Kapolsek Kawangkoan, para anggota Koramil Kawangkoan-Tompaso dan para relawan SAR Gabungan, Kwarcab Pramuka Minahasa dan relawan-realawan dari Desa Ampreng Kecamatan Langowan Barat.
Pada pertemuan tersebut, Wabup VaSung menyampaikan keprihatinan dan empati kepada Ayah dan Ibu Quentania serta keluarga. "Kita harus terus memanjatkan doa kepada Tuhan yangaha kuasa, bergumul dan pengharapan agar adik Quentania yang sudah 5 hari hilang. Kiranya Tuhan menilik Tim SAR Gabungan yang sudah berkerja maksimal serta memberi petunjuk untuk menemukan adik Quentania, " Imbuh Wabup lagi.
VaSung juga berpesan kepada para Tim SAR Gabungan dan relawan, agar mengutamakan keselamatan kerja dalam upaya pencarian Quentania di alur sungai dan di hamparan perkebunan dan hutan - hutan kecil di sekitar lokasi air terjun paris Kayuuwi. Tetap menjaga kesehatan, dan terutama berdoa dalam setiap aktifitas yang sedang dan akan dilaksanakan.
Sementara itu, kepala posko Basarnas Minahasa-Minsel Steven Lumowa dan kepala seksi Pengendalian Operasional BASARNAS Sulut, mengatakan bahwa operasi pencarian Quentania yang sudah 5 hari dicari, mulai dari areal perkebunan dan semak-semak hutan, hingga di bantaran sungai dari air terjun paris Kayuuwi sampai terus ke Desa-desa di kejauhan, yang ada sungai sealiran daerah aliran sungai (DAS) air terjun tersebut, itu sudah dilaksanakan oleh Tim SAR Basarnas Sulut bersama BPBD Minahasa dan TNI POLRI setempat.
Kasi pengendalian Operasional BASARNAS Sulut menambahkan tentang limit waktu pencarian, itu selama 7 hari. Apabila belum korban hilang belum ditemukan dalam pencarian 7 hari tersebut, selanjutnya pihak BASARNAS akan terus melakukan pemantauan secara teknis.
Bila sewaktu-waktu ada informasi perkembangan atau tanda-tanda keberadaan korban, pihak BASARNAS langsung mendatangi lokasi tersebut.
Camat Kawangkoan Barat Heppy Lumintang. SH yang sejak kejadian Quentania dinyatakan hilang di Air Terjun Paris Kayu uwi, secara intens, setiap hari selama 5 hari berturut-turut ikut dalam operasi pencarian korban dan terus memberi penguatan kepada pihak orang tua korban serta keluarga. Lumintang mengapresiasi kearifan Pemdes dan masyarakat Desa Kayuuwi yang juga sedari hari pertama (Sabtu, 23/05/2026), menyumbangkan pikiran, tenaga, rumah penginapan dan konsumsi untuk personil Tim SAR Gabungan yang berasal dari luar Desa Kayuuwi.
Atas nama pemerintah Kecamatan Kawangkoan Barat, Camat Heppy menyampaikan "Terima kasih" kepada masyarakat Kayuuwi yang arif dan sudah membuktikan empati yang kongkret kepada Tim Sar gabungan serta kepada Bupati dan Wakil Bupati Minahasa yang sudah datang meninjau lokasi kejadian, menemui orang tua dan keluarga korban anak hilang Quentania dan memberi suport bantuan natura kepada Tin SAR Gabungan doringan semangat kerja, petunjuk yang baik secara langsung di TKP anak hilang.
Sebagai pemerintah dan juga sebagai warga Minahasa, Wabup VaSung menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian 5 hari hilangnya Quentania, semoga besok hari.
(Harry)
