Foto: Rumah ibu mangihut Simbolon tempat kejadian perkara saat di lakukan olah TKP oleh pihak Polres Tebingtinggi
Tebing Tinggi | 88News.id: Seorang perempuan bernama Nita br. Gultom (42) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk dalam peristiwa kekerasan yang terjadi di kawasan BTN Purnawirawan, Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di halaman rumah milik seorang warga, Mangihut Simbolon (64).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, suasana lingkungan yang semula tenang mendadak berubah setelah terdengar keributan yang melibatkan sejumlah pihak.
Dalam insiden itu, seorang pria yang diketahui bernama Reza, merupakan warga setempat yang menjadi pelaku penusukan. Ia disebut menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis pisau setelah terjadi cekcok di lokasi kejadian.
Korban yang mengalami luka serius sempat dievakuasi warga ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong.
Salah seorang warga, Imanuel (35), menyebut dugaan sementara insiden tersebut dipicu persoalan yang berkaitan dengan unggahan di media sosial.
"Mereka sudah sering ribut, akibat Unggahan Kak Nita (Korban) di Media Sosial, di sini tadi mereka sudah ribut cek Cok mulut, sampai ludah ludahhan mereka, ngak lama kok tiba-tiba kak Nita itu sudah bersumpah darah"
Meski demikian, informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat dipastikan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif di balik peristiwa tersebut. Sementara pelaku Reza hingga saat ini masih melarikan diri dan dalam pengejaran pihak kepolisian.
Aparat dari Polres Tebingtinggi bersama unsur Babinsa segera turun ke lokasi setelah menerima laporan warga. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di TKP.
Terkait insiden penusukan yang berakibat hilangnya nyawa seorang wanita, pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
Dwan Manu
